Komunitas Seni di Lampung

![]()
kehidupan kesenian di lampung sampai dengan saat ini semakin samar keberadaannya, baik kesenian tradisi maupun kontemporernya. Para penggiat seni yang semakin mengekslusifkan diri menjadi dewa seni di tanah lampung seakan-akan tidak bisa di sentuh oleh masyarakat biasa. pertempuran batin antara seniman juga nampak memenuhi ruang kreatifitas seni para senimannya. kesenjangan antara seniman gaek dengan yang masih hijau gradasinya sangat kasar sekali sehingga imbasnya terjadi proses generasi yang terputus.
atmosfir ini mungkin disebabkan karena egosentris dan ke akuan sang pujangga akan karyanya sehingga menjadi sulit untuk kembali menundukkan kepalanya, mungkin juga disebabkan fiil (filasaft adat lampung), kultur ini menjadi salah kaprah dia artikan…
Sampai dengan saat ini komunitas kesenian di Lampung yang mencoba untuk hidup tidak begitu banyak, apalagi yang sedang sekarat-sekaratnya. banyak komunitas kesenian yang mencoba untuk tumbuh namun setelah di perhatikan lebih seksama pelakunya itu-itu lagi, hanya mencari warna dan eksistensi pribadi saja. mungkin juga sebagai ujud dari kejenuhan terhadap komunitas lamanya.
saat ini para penggiat seni khususnya teater banyak yang minggrasi ke sekolah-sekolah SMA ditambah dengan adanya KBK untuk mata pelajaran seni, yah lumayan dari pada hidup segan matipun gak mau .. jadi biarkan saja berekspresi di sana, dengan adanya KBK dan program tahunan dari Sub Din Kebudayaan Taman Budaya Lampung yaitu LIGA TEATER PELAJAR ini menjadi sebuah ajang tersendiri bagi komunitas kesenian yang ada untuk mencoba mengekspresikan diri serta mencari para penerusnya. asal tidak digunakan sebatas proyek garapan saja, menggarap seni atau teater asal ada LIGA jika tidak ya seninya ada di kamar mandi, dibuang di lubang air ….
Komunitas seni di Lampung sampai dengan saat ini yang masih terus tetap mencoba untuk eksis diantara TEATER SATU, KOMUNITAS BERKAT YAKIN ditambah dengan teater kampus TEATER KURUSETRA UNILA, TEATER BIROE Darmajaya. keengganan untuk tetap berkesenian ini banyak hal yang menyebabkannya biasanya kesulitan memanage para seniman, manajemen organisasi kesenian yang kurang baik, kemudian animo dan penghargaan masyarakat lampung sendiri terhadap kesenian sangat kecil apalagi untuk sebuah pementasan teater, sentralisasi seni yang terpusat pada satu komunitas saja ini juga menyebabkan tidak sehatnya perkembangan organisasi kesenian, sehingga menganggap komunitasnyalah yang paling tua, yang paling layak untuk di tonton, untuk di ini dan di itukan, melihat komunitas lain mencoba untuk bangun dianggap sebagai sebuah perlawanan (konsep eksistensialisme), keterbukaan antara para pelaku seni hanya sebatas senyum namun tidak dari hati, rasa kekeluargaan semakin menipis.
Ini hanya sebagian kecil dari wajah komunitas seni di Lampung, namun meskipun demikian masih banyak komunitas seni lain di Lampung yang belum terjamah dan terkontaminasi dengan pertempuran hati para pelaku seninya, komunitas pinggiran dari daerah lampung tetap eksis membawa kesenian daerah murni lampung sebagai media penyampaian pesan yang baik dan media hiburan bagi rakyat lampung tanpa ada tendensius apapun ..
sang bhumi ruwai jurai … enow lambang sai agung ..
salam budaya






kenapa koq seniman-seniman lampung selalu berfikir tentang dirinya sendiri ya. bukan bagaimana memajukan kesenian dan kelanjutan serta regenarasi pada seniman-seniman muda. saya melihat kelompok-kelompok seniman yang notabanenya sudah seniaor or sepun tidak mau kalau ada seniman muda yang muncul sehingga terkesan takut tersaingi.
tampilin dong jaringan teater lampungnyaaa.
Ko cuman komunitas seni teater aja ya yang disentuh…:(,yang lainnya…(mati kali ya?)
cayooo….anak2 teater Lampung….
khususnYa anak2 teater sma seluruh bandarlampung yang lagi berjuang untuk liga teater bandarlampung….
moga sukses ya…
tukkk nak FoTep….moga kita bisa k8umpul lagi truzz kita kunjungin sma2 dibandarlampung,….
tukk anak2 PELOPOR…,,,,,,mizz u……
Moga kita bisa juara LIGA TEATER Lagi ya….
keyyy…
saya ikut prihatin mendengar sesama seniman dilampung .Bagaimanapun kalau jiwa seni itu tidak kita tampilkan lama kelamaan memangsemakin terpuruk.Jalan satu satunya kita harus bangkit dengan naluri jiwa kita sendiri ,walaupun itu tanpa didorong oleh orang lain.Kita sesama seniman aku anjurkan untuk melakukan ektion yaitu banyak bekerja dalam dunia seni yang ditekuni. Dengan begitu orang lain lambat laun akan mengenal kita.Memang jemu dan bosan dan melakukannya dalam melakukannya sendiri. Tapi itu hal yang wajar untuk terus berkarer dalam persaingan seni .Walau orang lain tidak melakukannya atau membantu kita ,jangan putus asa harus tetap ektion /dan berani tampil.Semoga perjuangan tidak jemu untuk melakukannya karena semua yang kita lakukan baik akan membawa hasil.thank you dari JERMANY pelukis arek suroboyo.
aku lihat kreativitas seni lambung sudah dianggap bagus dan potensi .Bisa diacungkan jempol dan bisa diteruskan sampai keluar negeri.
aku sesama seniman aku ucakpan selamat sukses untuk teater lampung .salam dari jauh.
buat mba choirijatun, makasih udah mau mampir ampe berkali-kali ngasih comment, sorry ya mba baru online nih, jadi gak tau kalo ada comment masuk…. thxs
Mohon kiranya rekan-rekan sudi untuk dapat bergabung di situs kami dengan alamat http://www.seniman.web.id/
Terima Kasih.